Sabtu, 31 Maret 2012

Check List Kasus Kejang

Kasus: Bu Indah membawa Adi (3 thn) ke puskesmas karena kejang. Mulanya Andi demam sejak 5 hari yang lalu. Demam sejak 5 hari yang lalu. Demam mendadak tinggi terus-menerus, batuk dan pilek. Mulai kemarin mengeluh nyeri telinga. Hari ini (1 jam yang lalu) Andi kejang kelojotan, berhenti sendiri. Bu Indah sangat khawatir dengan Andi.

Anamnesis:

1. Sapa pasien dan memperkenalkan diri

2. Menjelaskan prosedur dan tujuan pemeriksaan dan wawancara.

3. Menanyakan identitas ibu (nama, pekerjaan, usia, alamat) dan identitas anak (nama, usia)

4. Riwayat Penyakit Sekarang

· Keluhan utama-->kejang, demam

· Onset-->sejak 5 hari yang lalu.

· Kualitas-->Demam terus-menerus

· Kuantitas-->Demam tinggi. Sudah diukur?berapa?Sudah diberi obat turun panas?sebutkan

· Gejala penyerta-->batuk, pilek, nyeri telinga

· Kejang sudah berapa kali?

· Sifat demam-->kelojotan (klonik)

· Saat kejang sadar atau tidak?

· Kesadaran cepat pulih setelah kejang?

· Setelah kejang adakah deficit neurologic?merot?dll

· Lama kejang? Kurang dari 15 menit atau lebih?

· Kejang sudah ditangani sebelumnya? Diberi obat apa?

· Perkembangan anak setelah kejang?

· Penyakit infeksi yang mungkin sedang diderita?

5. Riwayat Penyakit Dahulu

· Dulu pernah kejang sebelumnya? Sudah pernah berobat? Obatnya apa?

6. Riwayat Penyakit Keluarga

· Adakah kakak atau adik atau orang tua yang punya gejala seperti ini?

7. Riwayat Sosial Ekonomi

8. Growth--> Membawa KMS? BB TB sebelumnya?

9. Development-->Sudah bisa apa?

10. Breast feeding-->ASI eksklusif sampai usia berapa?

11. Immunisasi-->dasar sudah dilakukan?

12. Family Planning

13. Pemeriksaan Fisik

· Menjelaskan rencana dan tujuan pemeriksaan serta meminta izin kepada orang tua

· Mencuci tangan

· Membuka baju anak

· Melihat keadaan umum-->kesadaran, aktif apa tidak, sianosis, pola pernafasan

· Antropometri-->BB, TB, Lila, Lingkar kepala

· Tanda Vital-->mengukur RR, tekanan darah, suhu, denyut nadi

· Kepala-->makrosefali-mikrosefali, konjungtiva palpebra anemis atau tidak, bibir dan mukosa mulut sianosis apa tidak, periksa syaraf cranial, periksa kaku kuduk, periksa brudzinki 1, pemeriksaan mulut (faringitis), ISPA, OMA

· Thoraks-->pola pernafasan, periksa jantung, paru (ada ronki?)

· Periksa abdomen-->Inspeksi, auskultasi, perkusi, palpasi hepar dan lien

· Ekstremitas-->adakah kelumpuhan?, periksa Brudzinki 2, Kernig’s, reflek fisiologis (patella), reflex patologis (babinski), kekuatan otot, tonus otot (dengan memfleksikan sendi lutut dinilai ketegangan tendo Achilles), periksa klonus.

· Mencuci tangan

· Mencatat tindakan yang telah dilakukan dan temuan saat pemeriksaan di catatan medis.

· Menjelaskan kepada pasien tentang keadaan sakitnya.

14. Pemeriksaan Penunjang

· Darah lengkap

· Elektrolit

· Urin dan Tinja

· Gula Darah

· Pungsi Lumbal

15. Diagnosis

· Berdasarkan klinis sebutkan

· Laboratorium? Biakan Urin dan Tinja?

16. Terapi

· Saat kejang: Diazepam per rectal 5mg/kgBB untuk BB<10 kg atau 10mg/kgBB untuk BB >/10 kg dapat diulang maksimal 2 kali.

· Rumatan: Fenobarbital 4-5mg/kgBB/hari 2 dosis atau asam valproat 15-40mg/kgBB/hari 2-3 dosis per hari.

17. Edukasi

· Cara penanganan saat kejang

· Prognosis kejang demam

· Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya kejang demam atau epilepsy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar