Anamnesis
1. Sapa pasien dengan ramah dan perkenalkan diri
2. Tanyakan identitas (nama, usia, pekerjaan)
3. Tanyakan keluhan utama---> Keputihan
4. Riwayat Penyakit Sekarang
- Onset: sejak kapan keluhan berlangsung?
- Kualitas: Warna (susu pecah, putih encer, putih kekuningan), kental atau encer, adakah bau?
- Kuantitas: Berapa banyak atau sering ganti celana dalam/pembalut/pantyliner dalam sehari
- Kronologi: Keputihan kapan biasanya keluar, apakah sepanjang hari atau di waktu-waktu tertentu saja setelah beraktivitas
- Faktor pencetus: ganti merek pembalut? berenang? makan jenis makanan tertentu? penggunaan bahan nilon pada celana dalam?dll
- Adakah riwayat penyakit lain yang sedang diderita misalnya diabetes mellitus?
- Adakah gejala penyerta seperti gatal dan panas?
3. Riwayat Penyakit Dahulu
- Sudah pernah menderita sakit seperti ini? Sudah pernah berobat? sembuh atau tidak?
4. Riwayat Ginekologi
- menarche awal, siklus mens, lamanya mens, HPHT
- apakah sudah menikah?
- Aktif melakukan hubungan seksual?
- Riwayat KB: pernah apa tidak? jenisnya?
5. Riwayat Obstetri
- GxPxAx
- Deskripsi tentang anak sebelumnya (Jenis kelamin, cara lahir, ditolong oleh siapa, normal atau dengan tindakan, berat lahir, keadaan saat lahir sehat atau tidak)
- Komplikasi kehamilan
6. Riwayat Sosial
- Aktivitas dan hobi
7. Adakah keluhan lain?
8. Tinjauan sistem organ yang lain?
9. Menjelaskan rencana, cara, dan tujuan pemeriksaan serta menjelaskan kemungkinan rasa tidak nyaman
10. Informed consent
Melakukan Pemeriksaan Fisik (Pengambilan sampel flour albus)
1. Ibu mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu sebelum pemeriksaan.
2. Pemeriksa menyiapkan peralatan yang berupa: spekulum, kapas sublimat, lidi kapas steril, objek glass, handscoon.
3. Pemeriksa mencuci tangan dan memakai handscoon.
4. Ibu sudah berada di meja ginekologi
5. Inspeksi genitalia externa: labia mayora, labia minora, klitoris, vulva--> simetris, adakah bengkak atau iritasi, warna?
6. Memasang spekulum--> miring, kemudian jika sudah menyentuh porsio diputar agar horizontal, dibuka, dan dikunci.
7. Mengamati keadaan dinding vagina dan porsio serviks uteri--> adakah kemerahan, produksi cairan, dll.
8. Mengambil sediaan sekret dari dinding vagina dan forniks posterior (jika dicurigai servisitis) dan menghapuskannya pada objek glass.
9. Melepas spekulum
10. Jika ada keluhan atau indikasi yang lain, bisa dilakukan Vaginal Touche untuk melihat: besar uterus, adakah massa-->sebesar apa, konsistensi solid atau kistik, mobile atau terfixir, nyeri di forniks posterior.
11. Bisa ditambahkan dengan pemeriksaan kecurigaan prolaps uteri, rektokel, cistokel dengan menyuruh pasien untuk mengejan.
12. Pemeriksaan selesai, pemeriksa melepas handscoon dan mencuci tangan.
13.Mencatat tindakan dan temuan selama pemeriksaan di Catatan Medik
14. Menjelaskan tentang keadaan penderita saat ini
15. Menjelaskan terapi yang akan diberikan
16. Menjelaskan prognosis penyakit
17. Menjelaskan pengelolaan selanjutnya
18. Membuat janji untuk kontrol
19. Mengucapkan salam dan terima kasih.
Disarikan dari pengalaman pribadi ujian OSCE panum obsgyn dengan dr. AF ^^v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar