Sabtu, 29 November 2014

Karena Senyummu Sehangat Mentari Pagi Ini



Untuk ibuku tersayang,

Ibu, apa kabarmu hari ini?
Saat mentari menyapaku di awal hari ini, aku langsung mengingatmu. Pun juga mentari pagi selalu sehangat senyummu, Ibu. Doaku, semoga kesehatan dan kebahagiaan akan selalu bersamamu, Ibu.

Ibu,
Adakah sedetik waktu yang engkau lalui tanpa doa untuk anakmu ini? Aku yakin sekali, itu takkan pernah terjadi. Karena doamu-lah, Tuhan menjadikanku seperti saat ini. Menjadi seorang gadis kecilmu yang kuat, selalu sehat, ceria, dan berilmu. Sungguh anugerah terbesar yang pernah Tuhan berikan kepadaku adalah menjadi bagian dari hidupmu, yang selalu kau curahkan semua kasih sayang dan perhatianmu.

Namun Ibuku,
Masihkah teringat olehmu saat-saat dimana aku meneteskan air matamu dan memunculkan kecewamu dengan tingkah lakuku yang menyakitkan hatimu? Maafkanlah aku Ibu, mohon ampuni anakmu ini. Engkau yang mempunyai hati seluas samudera dan maaf sebesar dunia selalu saja takkan pernah mendendam atas semua perlakuanku kepadamu. Kasih sayang dan perhatianmu takkan pernah berkurang sedikit pun. Air mata dan kecewamu mampu engkau hapus dan engkau ganti dengan doa yang lebih panjang dan tulus untukku di penghujung malam. Rasanya, engkau adalah malaikat yang diutus Tuhan khusus untukku di bumi. Ibu akan selalu siap untukku, kapanpun dan dimanapun. Saat aku sakit, saat aku sehat, saat aku sedih, maupun saat aku butuh teman terbaik di waktu sedih.

Ibuku yang disayangi Allah,
Entah bagaimana aku bisa membalas semua kasih sayangmu itu. Aku yakin, aku takkan pernah dan takkan mampu membalasnya. Tapi, doakanlah aku selalu ibu. Agar aku bisa menjadi anak sholehah. Karena jika aku mejadi anak sholehah, Tuhan berjanji akan mengabulkan doa-doa terbaikku untukmu ibu. Terus doakanlah aku Ibu, karena dengan doamu itu serasa engkau memeluk tubuhku selamanya, walaupun aku kini jauh darimu. Jarak memisahkan kita demi ilmu yang hendak aku cari, tapi yakinlah ibu, doamu akan selalu melindungiku dan mendekatkan hatiku dan hatimu.

Ibuku, terima kasih sudah membaca surat cintaku ini. Semoga takkan lama lagi kita bisa bertemu dan aku bisa bersimpuh di hadapanmu.

Salam hormat dari adinda,

Jati Sumilih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar