Untuk ibuku tersayang,
Ibu, apa kabarmu hari
ini?
Saat mentari menyapaku
di awal hari ini, aku langsung mengingatmu. Pun juga mentari pagi selalu
sehangat senyummu, Ibu. Doaku, semoga kesehatan dan kebahagiaan akan selalu
bersamamu, Ibu.
Ibu,
Adakah sedetik waktu
yang engkau lalui tanpa doa untuk anakmu ini? Aku yakin sekali, itu takkan
pernah terjadi. Karena doamu-lah, Tuhan menjadikanku seperti saat ini. Menjadi
seorang gadis kecilmu yang kuat, selalu sehat, ceria, dan berilmu. Sungguh
anugerah terbesar yang pernah Tuhan berikan kepadaku adalah menjadi bagian dari
hidupmu, yang selalu kau curahkan semua kasih sayang dan perhatianmu.
Namun Ibuku,
Masihkah teringat
olehmu saat-saat dimana aku meneteskan air matamu dan memunculkan kecewamu
dengan tingkah lakuku yang menyakitkan hatimu? Maafkanlah aku Ibu, mohon ampuni
anakmu ini. Engkau yang mempunyai hati seluas samudera dan maaf sebesar dunia
selalu saja takkan pernah mendendam atas semua perlakuanku kepadamu. Kasih
sayang dan perhatianmu takkan pernah berkurang sedikit pun. Air mata dan
kecewamu mampu engkau hapus dan engkau ganti dengan doa yang lebih panjang dan
tulus untukku di penghujung malam. Rasanya, engkau adalah malaikat yang diutus
Tuhan khusus untukku di bumi. Ibu akan selalu siap untukku, kapanpun dan
dimanapun. Saat aku sakit, saat aku sehat, saat aku sedih, maupun saat aku
butuh teman terbaik di waktu sedih.
Ibuku yang disayangi
Allah,
Entah bagaimana aku
bisa membalas semua kasih sayangmu itu. Aku yakin, aku takkan pernah dan takkan
mampu membalasnya. Tapi, doakanlah aku selalu ibu. Agar aku bisa menjadi anak
sholehah. Karena jika aku mejadi anak sholehah, Tuhan berjanji akan mengabulkan
doa-doa terbaikku untukmu ibu. Terus doakanlah aku Ibu, karena dengan doamu itu
serasa engkau memeluk tubuhku selamanya, walaupun aku kini jauh darimu. Jarak
memisahkan kita demi ilmu yang hendak aku cari, tapi yakinlah ibu, doamu akan
selalu melindungiku dan mendekatkan hatiku dan hatimu.
Ibuku, terima kasih
sudah membaca surat cintaku ini. Semoga takkan lama lagi kita bisa bertemu dan
aku bisa bersimpuh di hadapanmu.
Salam hormat dari
adinda,
Jati Sumilih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar