Rabu, 13 Februari 2013

Menua Bersamaku

Selalu takjub setiap kali saya melihat pasangan suami istri sekaligus bapak dan ibu kos saya. Saya sering panggil mereka Yang Kung dan Yang Uti. Alhamdulillah, sampai hari ini usia keduanya sudah mencapai 93 tahun dan 84 tahun, dengan umur perkawinan 60 tahun. Wow, bagi saya ini menakjubkan. Sebuah pemandangan yang langka sekali ditemui. Ibaratnya, mereka itu pasangan legenda, melewati beberapa zaman..hehehe. Yang Uti sering cerita kepada saya, dia yang dulu tinggal di Bandung harus mengungsi ke Jogja--Purwokerto--dan terakhir Semarang karena dikejar-kejar tentara Jepang. Kemudian tentu saja, Yang Kung dan Yang Uti melewati pula jaman Kemerdekaan, Jaman Orla, jaman Orba, jaman reformasi, hingga jaman sekarang jaman apa ini, mungkin jaman modernisasi ya.
Yang Uti--Yang Kung  <3 br="">

Bilangan umur perkawinan tak berarti apa-apa tanpa adanya cinta dan kesetiaan. wah, kalau yang ini tidak ada duanya bagi pasangan ini. sempat dulu saya iseng tanya ke Yang Uti, begini "YangTi, apa sih resepnya, koq bisa awet sama YangKung?", beliau menjawab seperti ini, "Harus ada yang mengalah salah satu". Cuma itu saja? ya Yang Uti hanya menjawab seperti itu. Cinta dan kesetiaan pada keduanya tidak diragukan lagi. Saya hanya tersenyum iri saat lihat Yang Uti setiap kali sedang mengambil jemuran selalu saja diikuti Yang Kung, kalau tidak melihat dari pintu dan kemudian membantu membawa jemurannya. Aih, romantis sekali, selalu ingin memastikan orang yang dicintainya dalam keadaan baik saja dalam pengawasannya. Walaupun mungkin badan mereka sudah semakin lemah, rapuh dimakan gerusan jaman, tetapi cinta mereka selalu membara. :)

Lain waktu Yang Uti sakit, jantung koronernya kumat. Yang Kung yang biasanya hanya di dalam rumah saja, saat itu terlihat panik, mondar-mandir mencari-cari anak kos untuk mencari pertolongan. "Jati, itu YangTi gimana ditolongin, dipanggilin dokter apa gimana", itu pinta YangKung saat itu. Cemas sekali saat itu wajahnya, apalagi melihat Yang Ti yang berkeringat dan kesulitan bernafas, Yang kung ribut sendiri mencari-cari semua obat-obatan Yang Uti. Kemarin pagi, saya dipanggil Yang Uti namun saya sudah keburu berangkat ke tempat koass. Saya paham, mungkin Yang Ti butuh periksa tensi karena akhir-akhir ini YangKung tensinya sering naik karena sulit tidur. Benar saja, tensi Yang Kung tinggi, Yang Ti juga saya tensi, hasilnya juga tinggi. Saya tanyakan "Yang Ti capek ya? jangan kecapean Yang...nanti tensinya naik terus lho". Yang Ti mengiyakan bahwa beliau memang capek, kata beliau beliau setiap hari menyiapkan keperluan Yang kung. Subuh harus menyiapkan minum dan cemilan untuk Yang Kung. Agak siang, beliau harus menyiapkan sarapan, kemudian membereskan rumah, mengatur ini-itu dll sampai sore hari. Malam yang seharusnya untuk istirahat, Yang Ti terkadang tidak bisa nyenyak karena Yang Kung bolak-balik ke kamar kecil untuk BAK karena efek samping obat hipertensi YangKung membuat sering BAK. Setelah itu, entah beberapa kali YangKung terbangun karena haus dan lagi-lagi YangTi harus bangun mengambilkan minum. Sungguh kesetiaan istri yang luar biasa, dan ini sudah Yang Ti lakoni selama lebih dari 60 tahun.


Benar sekali ya, menjadi istri adalah ladang sorga. Tidak hanya karena perannya sebagai ibu bagi anaknya sehingga diberikan kehormatan berupa "Syurga berada di telapak kaki ibu", tetapi juga karena baktinya kepada suami. Tentu saja dengan syarat lebih utama, yaitu taat pada Allah, mengerjakan sholat dan puasa serta kewajiban yang lain. Wahai kaum wanita, janganlah berkecil hati. Jika memang penghuni neraka paling banyak dari kaummu, tetapi Allah Maha Adil, Dia menyediakan ladang syurga yang luas dari kaummu pula. Yaitu dengan menjadi seorang ibu, seorang istri, atau seorang cendekia yang memberi manfaat ilmu bagi sesamanya..Semoga kita termasuk di dalamnya..aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar