Selasa, 01 Desember 2009

Kata Hati

Ucap Bunda

 

Perempuan-perempuan berkelebat di pekat embun pagi

Menjemput eloknya jantera langit

Tapi tak jarang pula ia lupa tuk hiraukannya

 

Kaki-kaki mereka telah tahan dengan

tusukan, sengatan hawa pagi

Sejenak ia lupakan

-demi keluarga tercinta

-demi tugas mulia

-demi tugas seorang bunda

 

Air mata sudah lama menjadi teman perjuangan

Semangat tlah mampu menjadi musuh sakit, erangan

Rintangan tlah dia kukuhkan sebagai batu pijakan

Dalam sujudmu

            “Engkau anakku….

            Setiap ucapku pada Tuhanku

            Mengiringi pijak masa depanmu”

 

                                    19/02/07 20:29:29

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bait Kata Mujahid

 

Luka merah terendap lara

Dalam windu-windu jejak intifadhah

Pertahankan kesucian Al Quds

            Bom-bom Molotov itu sudah akrab dengan kuping kecil mereka

            (juga) bau desingan senapan yang memuntahkan

            isinya, tabu dalam sepanjang ingatan sejarah

            Tangisan janda-janda Palestina, mencecap duka

            Iringi kepergian jundi kecil dan abi tercinta

            Menambah kidung syahdu lembar kelam

            kisah alam

Mereka telah menodai tanah ini

            dengan rudal-rudal canggih

            -miris, perih mengikis kulit tipis

            dengan tank-tank baja kokoh yang melaju

            -ANGKUH

            dengan tentara-tentara gagah

            -tapi miskin hati nurani

licinkan akal-akal licik

penguasa adidaya

kobarkan konspirasi semu ZIONISME!!

 

Segera,

Rapatkan langkahmu, umat muslim

Jihad suci nawaitu hati

Menghidupkan kembali Masjidil aqsha

yang semakin terkubur

Oleh tingginya dinding ratapan

11/11/05 22:08:36

 

 

Bumi Minyak 1/10/05

 

Bergolak,

Ketika minyak tanah, solar, dan premium

Menjadi barang rebutan

Semakin jauh untuk digayuh

Ibu-ibu yang setia dengan berpuluh-puluh jerigen

di hadapan, penuh harapan

Membopong buah hati yang kadang masih merah

Nuju pangkalan, --berdesak-desakan

            Dengar, bingar, di sekitar pertiwimu

            Mahasiswa berpanas (rela)

            Berkoar, membakar ban bekas membela rakyat jelata

Apa kalian dengar, “Hai para adikuasa!!!”

yang dengan

asusila_nirsila

Tak berakal dan bermoral

Mentahbiskan dengan sempurna

kuasa dan asa

            Sekali lagi bumi minyak ini menangis

            Teriris dengan gegiris

            Meratapi jalan yang berliku

            terjal

            Untuk cucu-cucunya

02/10/05

 

 

 

 

 

           

BAYANG

 

Aku adalah gema dari nyanyimu

yang terpantul dari curamnya

Nafas kehidupan

            Aku adalah bab-bab

            Dalam judul-judul buku yang

            tertulis, tergaris

            Pada lembaran-lembaran

            Lusuh, bercuh

Dan

Aku jejak yang tersapu pada

langkah-langkah gagah

Yang pernah menjejak, sangat dekat

Di atas tanah Tuhan

Karena

            Aku

                        pun

                                    Kau

 

02/10/05

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar