Sudah banyak penelitian yang menunjukkan betapa ASI adalah makanan ajaib bagi bayi yang mempunyai banyak keunggulan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu peran ASI sebagai makanan utama dan pertama bagi bayi digantikan oleh susu formula. Hal ini bisa karena iklan di media cetak maupun elektronik yang semakin gencar mempromosikan mengenai susu formula yang kandungan gizinya sama atau hampir mirip dengan ASI dan lebih praktis dalam penggunaannya. Atau karena ada anggapan bahwa jaman sekarang bukan saatnya menyusui seperti perilaku orang primitive dan menyusui terkadang dianggap mengurangi kecantikan ibu, sehingga para ibu lebih memilih susu formula daripada ASI.
Tentu pandangan ini salah. ASI adalah makanan yang paling tepat diberikan kepada bayi karena zat-zat yang dikandung membantu proses pencernaan si bayi yang notabene system dan alat pencernaannya belum sempurna. ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.
Biasanya ketika pertama kali menyusui akan keluar air susu yang berwarna kekuningan jernih, inilah yang disebut kolostrum. Jumlah kolostrum yang diproduksi bervariasi tergantung dari hisapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung zat kekebalan terutama IgA untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Kolostrum juga mengandung protein,vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran dan tidak akan membuat bayi menjadi obesitas.
Yang paling menarik di sini bahwa ASI berpengaruh terhadap kecerdasan si bayi karena ASI mengandung Taurin , AA, dan DHA. Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata. Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat)
Terkadang pemberian ASI pada bayi terhambat oleh beberapa hal, misalnya saja yang sering kita temui adalah factor ibu yang tidak bisa menyusui. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi keadaan tersebut antara lain keadaan payudara ibu yang tidak sempurna, putting lecet, putting tenggelam, bengkak, atau terlalu kecil. Selain itu factor keluarga sangat mempengaruhi si ibu apakah dia akan menyusui bayinya apa tidak. Oleh karena itu, keadaan keluarga yang harmonis serta dukungan keluarga sangat penting di sini untuk melancarkan proses laktasi. Dapat pula dijumpai ibu yang mengalami sectio Caesar, sehingga saat selesai melahirkan masih terasa lemah dan tidak mampu memberikan ASI.
Ada beberapa daerah tertentu di Indonesia yang masih memberikan makanan tambahan air gula, air tajen, pisang susu terlalu dini yaitu pada hari-hari pertama kelahiran. Hal ini berbahaya, mengingat fungsi pencernaan dan ginjal pada bayi baru lahir belum sempurna. Factor bayi, juga bisa menghambat pemberian ASI, ada bayi yang lahir dengan kemampuan menghisap putting susu ibu tidak dengan sempurna. Padahal, pada bayi normal reflex menghisap sudah ada sejak 30 menit pertama kelahiran. Itulah mengapa sejak beberapa waktu yang lalu, dianjurkan untuk sesegera mungkin mengadakan inisiasi menyusu dini terhadap bayi yang baru lahir. Maksudnya di sini adalah setelah bayi lahir, bayi jangan langsung dipisah dengan si ibu. Malah justru bayi diletakkan di atas dada ibu tanpa pelindung baju, bayi dibiarkan mencari putting susu ibunya. Kegiatan ini selain melatih reflex hisap bayi juga dapat mendekatkan kaitan emosi antara si ibu dengan si bayi. Bayi yang sejak lahir langsung diberi susu formula dengan menggunakan dot, ditakutkan ketika dia diberikan ASI akan merasa bingung putting (nipple confuse) sehingga bayi enggan terhadap ASI. Hal ini dikarenakan struktur dot yang lebih mudah dihisap daripada struktur dari putting susu sehingga bayi malas untuk menyusu ibu.
Manfaat menyusui yang lain adalah dengan menyusui secara eksklusif, ibu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk makanan bayi sampai bayi berumur 6 bulan karena ASI sifatnya selalu ada, murah, dan mudah mendapatkannya. Dengan demikian akan menghemat pengeluaran rumah tangga untuk membeli susu formula dan peralatannya. Menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metode Amenorea Laktasi (MAL). Penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa menyusui dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara. Studi ini telah membandingkan terhadap wanita yang menyusui bayinya secara eksklusif dibandingkan dengan wanita yang punya bayi dan tidak menyusui bayinya atau wanita yang tidak menikah sehingga tidak menyusui, diperoleh hasil bahwa prevalensi terkena kanker payudara lebih sedikit ditemui pada ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia melalui peraturan nomor 450/MENKES/SKIV/2004 mengajak bangsa Indonesia, khususnya wanita Indonesia untuk melaksanakan pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi atau ASI eksklusif dan dapat dilanjutkan sampai umur 2 tahun dengan diiringi makanan pendamping. Apabila program ini berhasil, maka akan banyak sekali manfaat yang akan diperoleh seperti yang sudah tersebut di atas.
Ada pepatah mengatakan bahwa wanita adalah tiang negara. Mungkin pepatah ini sangat tepat sekali untuk melukiskan peran ibu yang menyusui bayinya. Melalui ASI dapat tercipta generasi yang sehat dan cerdas yang akan dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih baik untuk pembangunan bangsa. Menyambut hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2009, mari kita optimalkan peran dan fungsi wanita dalam dunia kesehatan, terutama dalam pemberian ASI terhadap bayi. Semoga Indonesia Sehat 2010 akan semakin semarak dengan pemberian ASI, selain itu juga dengan pemberian ASI diharapkan angka kematian bayi akan semakin menurun. BRAVO MY MOTHER!!! Untuk ASI-nya selama hampir 4,5 tahun.he2
Referensi:
Majalah Cermin Dunia Kedokteran (CDK) 168/vol.36 no.2 “ASI Eksklusif Menjelang Indonesia Sehat 2010” hal 133-134.
Buku Panduan Manajemen Laktasi: Dit.Gizi Masyarakat-Depkes RI,2001. “Keunggulan ASI dan Manfaat Menyusui”
www.harunyahya.com “Cairan Ajaib:Air Susu Ibu”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar