Sudah seperti apa keping hatimu, Dinda?
Masihkan kau simpan sepotong dari perca kenangan?
Entah seperti apa sekarang
Huhh..kau pun mungkin bertanya hal sama dalam sepi harimu
Kau lewati dalam diam, keenyahan riangmu mungkin terbawa angin
Kau begitu percaya pada Tuhan-mu
Pena-penaNya telah penuh menuliskan takdir baikmu,
itu yakinmu
Memang Dia pengatur skenario kita
saat ini mungkin Dia ingin kita berdikari
-Mengisi hatimu dengan sesuatu yang indah untuk hari depan
-Mengisi hati dan hariku pula dengan yang hal sama
Percayalah, pada waktu yang tepat
di saat alam, pena-Nya, kesempatan sudah bekerja saling sinkron
kita akan bertemu lagi
entah kapan, tapi kau yakin itu kan?
Tentu, saat itu, berjanjilah,
bawalah bahagiamu, dan akan kubawa juga bahagiaku sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar