Senin, 18 Juli 2011

Ketika Aku Beranjak Dewasa

Ada cerita unik saat aku dan teman-teman cewek yang sebaya denganku saat sedang bercerita tentang ibu kami. Tepatnya ada satu kesamaan, yaitu tak lepas dari masalah jodoh untuk anak-anak perempuannya kelak. Dan intinya adalah, para ibu-bunda-emak kami menginginkan kami memilih calon suami yang terdekat, maksudnya tak lain agar putri-putrinya selalu berada dekat dengan mereka. Ada juga ibu temanku yang sudah memesan satu kamar untuk beliau di rumah barunya kelak (rumah anak+suaminya maksudnya), entah kamar itu jelek apa bagus.

Kadang, aku tertawa geli, mungkin masa-masa inilah yang paling ditakuti ibu-ibu kami, masa dimana putrinya mulai akan mencari atau menemukan pendamping hidupnya, dan otomatis saat itu pula kehidupan ibu-ibu kami terancam akan semakin kesepian. Jika sudah menikah, tak ada lagi ada istilah putri kecilnya yang bisa setiap saat ia belai saat tidur dan tentunya sudah tidak ada lagi celoteh-celoteh riang yang semangat menceritakan teman-teman di kampus atau di sekolah. Ya, tidak ada lagi, yang ada mungkin putri kecilnya akan semakin jarang pulang ke rumah ibunya karena sudah mempunyai lelaki yang tadinya "asing" tapi akhirnya menjadi tidak asing lagi untuk diurus dan dicintai..cie....

Ah, tapi bagiku kalau ibuku sedang resah mengobrol denganku masalah seperti itu lewat telepon aku hanya bisa tertawa keras...sekalian saja aku tembak "yowis tho bu, cariin aja (dijodohin_red)", ibuku malah bilang "ya jangan, kamu nyari sendiri"...Lho piye iki...aku jadi bingung, ibuku yang tadinya ngotot pengen cari calon menantu yang inilah, itulah, tapi ujung-ujungnya aku disuruh cari sendiri...Pada akhir percakapan telepon, biasanya aku sudah mulai males, akhirnya penutup pembicaraan yang paling jitu adalah "Wis tho bu, aku masih kecil, masih jauh, aku ga mau mikirin itu lagi"...hehehe

Tapi apapun itu, aku dan teman-temanku berkesimpulan sama, yaitu ibu-ibu kami mencintai kami dengan caranya masing-masing...Tapi tetap, mereka menginginkan yang terbaik bagi anak-anak tercintanya..

Untuk Ibuku: Putrimu masih muda ibu...masih 20 tahun...tenang saja kelak aku tidak akan kemana-mana, bahkan saat aku sudah mempunyai seorang suami (cieee...). Insya Alloh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar