”Allah, jangan pernah Engkau jauhkan cahayaMu dalam membimbingku, karena aku hambaMu juga” (the fikr). Allah..aku yakin sepenuhnya padaMu, atas segala rencanaMu, aku tak pernah ingin menghujatmu dengan segala rasa ini. Diriku lah yang seharrusnya aku hujat, karena begitu lemah, dhoif, bodoh. Aku ingat dengan segala kasih sayangMu yang tak bertepi (di titik ini serasa aku sedang de javu lagi…..astaghfirullahal’adzim), lewat doa yang telah kau ajarkan pada kami agar kami senantiasa mempunyai harapan yang tinggi, senantiasa berbesar hati akan rahmatMu seluas bentang langit dan bumi. Tapi terkadang kami lupa, atau bahkan malas, terlanjur kecewa tepatnya, ketika sapaan kelabu Mu menghampiri kami. Dalam pikiran hanya terlintas bahwa kami saat ini hanya sendiri dengan beban, cobaan bertumpuk-tumpuk.
Hai manusia.........apakah kalian lupa? Allah selalu bersama kalian. Dialah yang mendengar keluhmu dalam bisik hati dan yang terucap, dalam sepi atau riuh, dalam gelap atau terang hari, dalam sempit atau lapang hidupmu, dalam sakit atau sehatmu, dalam harap dan cemasmu. Masihkah kau bersedih dan merasa sendiri menghadapinya hai manusia..?Akankah juga masih akan kita dustakan nikmat-nikmatNya yang lain yang kita nikmati, bahkan sampai detik ini kita sedang mengeluh dan kecewa padaNya? Kau masih diberi oksigen untuk paru-parumu walaupun nafasmu mungkin kini masih memburu karena kau sedang marah , kau masih bisa memandang jauh hingga ke batas cakrawala senja walaupun mungkin kini matamu panas dan merah karena menahan amarah, kau masih memiliki orang-orang yang mencintaimu dengan tulus karena Allah semata walaupun seringkali kau abaikan karena kau sedang dalam amarah, bahkan Allah masih mengaruniakan iman padamu saat kau marah.....Apa jadinya jika kau saat ini buta, mati, sendiri tanpa orang yang mengasihi, dan yang paling parah adalah apa jadinya jika iman tidak ada dalam diri saat ini? Apa yang hendak kau dustakan pada kasih sayang Tuhanmu?
Percayalah,,Allah menyayangi kita. Bersyukurlah..pada keadaan ini, Allah hanya ingin menyapa dan menguji imanmu hari ini, apakah akan mencapai titik kulminasi atau bahkan bergerak menjadi di titik nadir? Semoga pilihan yang terakhir tidak akan pernah menyapa kita amin ya Rabb. Ya, karena kita telah mengenalNya dengan baik, kita orang beriman, kita tahu segala rahmatNya. Kita tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana yang terbaik untuk hidup kita, bahkan saat kita merasa sesuatu itu buruk bagi kita, belum tentu seperti itu pula bagiNya. Bersyukurlah dan yakinlah..karena keadaan kita saat ini mungkin jauh lebih baik daripada keadaan makhluk Allah di belahan bumi yang lain yang tidak seberuntung kita. Bersyukurlah dan mulai bangkit dan ubahlah harimu saat ini dengan warna-warni ceria..:-)
_mencoba menghibur diri, semoga Allah selalu melapangkan dadaku, sabar........._
Hai manusia.........apakah kalian lupa? Allah selalu bersama kalian. Dialah yang mendengar keluhmu dalam bisik hati dan yang terucap, dalam sepi atau riuh, dalam gelap atau terang hari, dalam sempit atau lapang hidupmu, dalam sakit atau sehatmu, dalam harap dan cemasmu. Masihkah kau bersedih dan merasa sendiri menghadapinya hai manusia..?Akankah juga masih akan kita dustakan nikmat-nikmatNya yang lain yang kita nikmati, bahkan sampai detik ini kita sedang mengeluh dan kecewa padaNya? Kau masih diberi oksigen untuk paru-parumu walaupun nafasmu mungkin kini masih memburu karena kau sedang marah , kau masih bisa memandang jauh hingga ke batas cakrawala senja walaupun mungkin kini matamu panas dan merah karena menahan amarah, kau masih memiliki orang-orang yang mencintaimu dengan tulus karena Allah semata walaupun seringkali kau abaikan karena kau sedang dalam amarah, bahkan Allah masih mengaruniakan iman padamu saat kau marah.....Apa jadinya jika kau saat ini buta, mati, sendiri tanpa orang yang mengasihi, dan yang paling parah adalah apa jadinya jika iman tidak ada dalam diri saat ini? Apa yang hendak kau dustakan pada kasih sayang Tuhanmu?
Percayalah,,Allah menyayangi kita. Bersyukurlah..pada keadaan ini, Allah hanya ingin menyapa dan menguji imanmu hari ini, apakah akan mencapai titik kulminasi atau bahkan bergerak menjadi di titik nadir? Semoga pilihan yang terakhir tidak akan pernah menyapa kita amin ya Rabb. Ya, karena kita telah mengenalNya dengan baik, kita orang beriman, kita tahu segala rahmatNya. Kita tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana yang terbaik untuk hidup kita, bahkan saat kita merasa sesuatu itu buruk bagi kita, belum tentu seperti itu pula bagiNya. Bersyukurlah dan yakinlah..karena keadaan kita saat ini mungkin jauh lebih baik daripada keadaan makhluk Allah di belahan bumi yang lain yang tidak seberuntung kita. Bersyukurlah dan mulai bangkit dan ubahlah harimu saat ini dengan warna-warni ceria..:-)
_mencoba menghibur diri, semoga Allah selalu melapangkan dadaku, sabar........._
Tidak ada komentar:
Posting Komentar